Aktifitas Pelayanan, Kegiatan DG, Solo, Madiun, Tingkat Area, Tingkat District

Di Hari Ketiga Workshop Mental Health Awareness, Rotary D3420 Edukasi Siswa SMAN 2 Pati tentang Pergaulan Sehat dan Ketahanan Emosi di Era Digital

Mental Health Awareness SMKN 10
Mental Health Awareness SMKN 10

Peserta siswa SMAN 2 Pati sedang mengikuti materi yang dibawakan oleh Psikolog Dr. Hastaning Sakti. (FOTO: Public Image)

INSIGHTS, PATI – Rangkaian Program Mental Health Awareness Rotary International District 3420 di SMA Negeri 2 Pati memasuki hari ketiga dengan fokus pada edukasi siswa secara menyeluruh. Kegiatan ini mengangkat tema pergaulan sehat, pencegahan bullying dan kekerasan seksual, serta pentingnya pengelolaan emosi di tengah derasnya arus informasi dan interaksi di era digital, Rabu 28 Januari 2026.

Ratusan siswa mengikuti sesi edukatif yang dikemas secara komunikatif dan interaktif. Melalui diskusi, pemutaran materi visual, serta simulasi sederhana, para siswa diajak memahami bagaimana mengenali batas diri, membangun relasi yang saling menghargai, serta berani berkata tidak terhadap perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

District Governor Rotary D3420, Dyah Anggraeni, dalam pesannya menekankan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.

“Tekanan akademik, ekspektasi sosial, hingga pengaruh media sosial dapat memicu stres dan krisis kepercayaan diri. Melalui edukasi seperti ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan mengenali emosi, mengelolanya secara sehat, serta membangun resiliensi agar tidak mudah rapuh menghadapi tekanan,” ujarnya.

Para psikolog dari Media Mitra Keluarga mengulas berbagai fenomena yang kerap terjadi di lingkungan remaja, mulai dari perundungan, relasi yang tidak sehat, hingga risiko kekerasan seksual. Siswa diajak memahami pentingnya menghargai diri sendiri, menjaga batas personal, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.

Kepala SMA Negeri 2 Pati, Drs. Sudarto, M.Pd, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini. Menurutnya, pendidikan karakter dan kesehatan mental harus berjalan beriringan dengan proses pembelajaran akademik.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ini sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing,” tuturnya.

Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keberanian mereka berbagi pandangan dan pengalaman. Diskusi berlangsung terbuka, mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran bahwa membicarakan kesehatan mental bukan lagi hal tabu, melainkan kebutuhan.

Hari ketiga Program Mental Health Awareness ini menegaskan pentingnya membekali generasi muda dengan literasi emosional dan sosial yang kuat. Dengan pemahaman tentang pergaulan sehat, pencegahan kekerasan, serta pengelolaan emosi di era digital, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang resilien, berempati, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *