‘Teman Bicara’, Jadi Fokus Workshop Mental Health Awareness Rotary District 3420 di SMKN 10 Semarang


DG Dyah bersama para narasumber dan peserta Mental Health Awareness Workshop di SMKN 10 Semarang, 8 Januari 2026. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, SEMARANG – Workshop Mental Health Awareness hari kedua yang digelar di SMK Negeri 10 Kota Semarang, Kamis 8 Januari 2026, memfokuskan kegiatan pada penguatan kapasitas siswa dalam memahami dan merespons isu kesehatan mental di lingkungan sekolah. Tak kurang dari 40 siswa terlibat aktif dalam pelatihan yang dirancang untuk membekali mereka menjadi “teman bicara” bagi rekan sebaya yang menghadapi persoalan psikologis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Global Grant Rotary District 3420 # 2574973 yang bertujuan menumbuhkan kesadaran serta keterampilan dasar kesehatan mental sejak usia remaja. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang bagaimana bersikap ketika ada teman yang mengalami tekanan, kecemasan, maupun masalah emosional lainnya.
Dalam sesi utama, para siswa dilatih untuk menjadi pendengar yang baik layaknya seorang psikolog. Mereka diajarkan pentingnya mendengarkan secara empatik, tidak menghakimi, serta mampu memberikan respons yang menenangkan saat teman mereka curhat atau berbagi cerita. Materi mencakup teknik komunikasi suportif, seperti penggunaan bahasa yang tepat, menjaga kontak mata, hingga menunjukkan sikap penerimaan tanpa menyela.

Sejumlah peserta sedang berdiskusi tentang materi yang diberikan, Semarang 8 Januari 2026. (FOTO: Public Image).
Selain itu, para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai strategi regulasi emosi yang dapat diterapkan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah teknik mengubah fisiologi tubuh melalui pernapasan, mengubah fokus pikiran dari hal negatif ke positif, latihan relaksasi, serta metode “butterfly hug” yang dikenal efektif untuk membantu menenangkan diri saat mengalami stres atau kecemasan.
Hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan ini Hastaning, psikolog dari Media Mitra Keluarga, yang menyampaikan materi secara interaktif dan mudah dipahami oleh para siswa. Turut memberikan sambutan dan dukungan penuh, District Governor Rotary Dyah Anggraeni, Kepala SMKN 10 Kota Semarang Ardan Sirodjuddin, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Semarang juga membagikan kuesioner skrining kesehatan mental kepada para siswa. Pengisian dilakukan secara sangat rahasia untuk menjamin privasi peserta, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai data awal pemetaan kondisi kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 10 Kota Semarang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. Menurutnya, kemampuan siswa untuk saling mendukung secara emosional sangat penting di tengah berbagai tantangan akademik dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
Melalui Workshop Mental Health Awareness ini, diharapkan para siswa tidak hanya lebih peka terhadap kondisi diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi support system bagi teman-temannya, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan peduli terhadap kesehatan mental.











