Aktifitas Pelayanan, Tingkat Club

Setiap Perempuan Berhak Merasa Aman; Rotary Clubs Area Solo, Suara untuk Ruang Ramah & Aman bagi Perempuan

INSIGHTS, SOLO — Sejumlah anggota Rotary Clubs Area Solo ambil bagian dalam kampanye antikekerasan terhadap perempuan,  menegaskan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan. Melalui orasi dan aksi nyata, mereka menyerukan bahwa kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apa pun tidak bisa dianggap wajar, Kamis 2 Desember 2025.

Kekerasan terhadap perempuan sering kali tersembunyi: tidak hanya fisik, tapi juga bisa bersifat verbal maupun ekonomi. Lebih menyedihkan, banyak perempuan tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban atau merasa takut dan ragu untuk melawan. Karena itu, kampanye ini berupaya menegaskan bahwa setiap perempuan berhak merasa aman dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa di mana pun mereka berada.

Menurut Rotary Clubs Area Solo, upaya membasmi kekerasan pada perempuan adalah tanggung jawab bersama bukan hanya dari korban atau aktivis saja, tetapi melibatkan seluruh lapisan masyarakat: keluarga, komunitas, institusi, hingga kebijakan publik. Dengan kerjasama kolektif, stigma dan ketakutan bisa dipatahkan, dan korban memiliki ruang untuk bersuara.

Pentingnya kampanye semacam ini juga mendapat dukungan dari DP3AP2KB Surakarta. Sebelum ini, DP3AP2KB Surakarta telah menggelar rangkaian kegiatan sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP), termasuk orasi, jalan sehat, sosialisasi publik, dan penandatanganan komitmen bersama untuk menjadikan Surakarta sebagai ruang aman bagi perempuan dan anak.

Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan personal ia adalah pelanggaran hak asasi manusia, seperti ditegaskan oleh Komnas Perempuan. Kampanye 16 HAKTP secara konsisten menyerukan solidaritas dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk pencegahan dan penanganan yang serius.

Melalui aksi ini, Rotary Clubs Area Solo berharap agar suara perempuan didengar, dan seluruh masyarakat turut menjaga bahwa ruang aman dan nyaman bagi perempuan adalah hak, bukan privilese. Semoga gerakan seperti ini terus tumbuh, dan berbuah nyata: rumah, komunitas, sekolah, kampus semua tempat tempat perempuan bisa merasa aman, dihormati, dan dihargai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *