Rotary Club Semarang Bimasena Jawab Tantangan Sampah Organik Lewat Pelatihan dan Diskusi


Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, bersama Rotary member RC of Semarang Bimasena dan peserta pelatihan olah sampah organik, Semarang 13 September 2029. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, SEMARANG – Sampah organik yang mencapai 60–70 persen dari total sampah rumah tangga di Kota Semarang menjadi persoalan serius yang terus mendapat sorotan. Melihat kondisi ini, Rotary Club of Semarang Bimasena bersama mitra komunitas lingkungan menggelar Diskusi & Pelatihan “Olah Sampah Organik Jadi Berkah” pada Sabtu 13 September 2025, di Aula Santa Anna, Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik.
Acara ini menghadirkan 85 peserta dari berbagai kelurahan seperti Tambak Rejo, Karangtempel, Bugangan, Wonotingal, dan Pedalangan. Tidak hanya masyarakat umum, beberapa lurah, camat, hingga Kepala TPA Jatibarang Semarang juga hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pembukaan acara dilakukan secara khidmat dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Rotary, serta sambutan dari Rotarian Andre Sutanto selaku Ketua Panitia, Bruder Heri pimpinan Wisma Lansia Harapan Asri, dan Presiden Rotary Club of Semarang Bimasena, Linggayani Soentoro.
Momen penting terjadi ketika Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., hadir langsung memberikan dukungan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah organik bukan sekadar isu kebersihan, tetapi investasi masa depan Kota Semarang. “Dengan partisipasi aktif masyarakat, sampah organik tidak lagi menjadi beban TPA melainkan bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini bukan hanya menjaga lingkungan Kota Semarang, tetapi juga menyelamatkan bumi dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Sesi diskusi menghadirkan Bapak Haryono dari Bank Sampah & Rumah Maggot Polaman Resik Sejahtera serta Peternakan Banyu Panguripan, yang menjelaskan budidaya maggot sebagai solusi mengurai sampah organik sekaligus sumber ekonomi. Narasumber kedua, Bapak Judie Artha K dari KSM Banyumanik Berdaya dan Bank Sampah Induk Kecamatan Mijen, memaparkan praktik kompos dan maggot yang mendukung pertanian, menekan biaya pakan ternak, dan mendorong ekonomi sirkular di masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme. Menurut Linggayani Soentoro, Rotary Club of Semarang Bimasena akan terus melaksanakan kegiatan serupa untuk memperluas kesadaran masyarakat. “Kami senang kegiatan ini sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kota Semarang,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber dan tuan rumah, ramah tamah, serta makan siang bersama. Menariknya, seluruh konsumsi disajikan ramah lingkungan tanpa plastik sekali pakai sebagai wujud nyata komitmen Rotary Club of Semarang Bimasena terhadap pelestarian lingkungan.





