Rotary Club of Semarang Tanjung Emas Ajak Remaja SMKN 8 Ciptakan Sekolah Bebas Perundungan

INSIGHTS, SEMARANG — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Bimas Kristen Kemenag Kota Semarang bersama Rotary Club of Semarang Tanjung Emas dan SMKN 8 Semarang menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Fellowship Remaja: Kasih YES, Bullying NO”.
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi bagi para siswa untuk memahami pentingnya kasih, menghargai sesama, serta menumbuhkan keberanian dalam menolak segala bentuk perundungan (bullying).
Dalam sesi utama, Presiden Rotary Club of Semarang Tanjung Emas, Sugeng Eko Saputro, mengajak para siswa merenungkan arti sejati dari kasih melalui pesan yang menyentuh:
“Menjatuhkan orang lain itu mudah. Tapi mengangkat dan mendukung mereka, itulah bentuk kasih yang sejati.”
Hadir dan mendukung kegiatan ini, Bapak Iwan Setiawan Bimas Kristen Kemenag Kota Semarang, Presiden RC Of Semarang Tanjung Emas Sugeng Eko Saputro, PP Hetty Yovita dan AG Kusmiyati dari Rotary District 3420 serta Ibu Elis dari SMKN 8 Semarang.
Dalam sambutannya, AG Kusmiyati menjelaskan bahwa Rotary adalah organisasi global yang mewadahi para profesional dan pemimpin komunitas untuk menciptakan perubahan positif melalui aksi nyata. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang penuh kasih, inklusif, dan aman dari kekerasan verbal maupun fisik.
“Rotary percaya, setiap aksi kebaikan sekecil apa pun bisa membawa dampak besar. Kita semua bisa jadi agen perubahan, dimulai dari ruang kelas kita sendiri,” ungkapnya.
Menuju Sekolah Tanpa Bullying
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapat wawasan, tetapi juga diajak berkomitmen untuk menjadi pembawa kasih, bukan pelaku tekanan.
Di akhir acara, seluruh peserta menyuarakan seruan bersama, “Jadilah pembawa kasih, bukan pelaku tekanan. Kasih YES, Bullying NO.”
Rotary Club of Semarang Tanjung Emas berharap kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya komunitas sekolah yang saling menguatkan, mendukung, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.