Rotary Club of Bali Bersinar Dukung Desa Organik dan Eco Temple, Perkuat Ekonomi Lokal & Lingkungan


DG Dyah Anggraeni ikut menanam padi dalam Program Padi Sehat Bersinar yang merupakan kolaborasi Rotary Club of Bali Bersinar bersama RCC PKK dan Karang Taruna Desa Kenderan, 31/8/2025. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, BALI – District Governor Rotary District 3420, Dyah Anggreni, menjalani rangkaian kunjungan yang cukup padat di Gianyar dan Bangli. Sejak pagi ia hadir dalam program Menanam Padi Sehat Bersinar di Desa Kenderan, Gianyar, lalu melanjutkan kegiatan sosial, lingkungan, hingga talkshow bertema Eco Temple di Desa Awan, Kintamani, Bangli, Minggu 31 Agustus 2025.
Kegiatan diawali dengan program Menanam Padi Sehat Bersinar di Desa Kenderan, Gianyar. Program ini merupakan kolaborasi Rotary Club of Bali Bersinar, RCC PKK, dan Karang Taruna Desa Kenderan. Sebanyak 50 are lahan digunakan sebagai demplot padi organik dengan pupuk PORNAS. Menariknya, hasil panen tidak dijual, melainkan dikonsumsi oleh keluarga petani sehingga mendukung pola hidup sehat.
District Governor Dyah Anggreni menegaskan bahwa model ini sejalan dengan fokus Rotary pada Growing Local Economy dan menjadikan Desa Kenderan sebagai pionir desa organik di Bali.
Presiden RC Bali Bersinar, Gung Rai Wahyuni, menambahkan bahwa gerakan menanam padi sehat sudah berjalan sejak setahun lalu. Program ini diyakini mampu membantu menurunkan angka stunting, mencegah penyakit akibat bahan kimia, serta berpotensi dipasarkan melalui BUMDes. Dukungan positif datang dari aparat desa dan petani setempat.
Agenda kunjungan berlanjut di Desa Awan, Kintamani. Rotary menyalurkan biopori, tong sampah, dan sembako bagi petugas kebersihan pura. Masyarakat diajak ikut panen jeruk bersama sebagai simbol penguatan ekonomi desa.
Puncak kegiatan adalah talkshow bertema “Revitalisasi Lingkungan Pura Berkelanjutan Melalui Lubang Biopori” yang dihadiri akademisi, praktisi, dan mahasiswa Undiknas. Diskusi menyoroti peran biopori dalam mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan resapan air di area pura.
Rangkaian kunjungan ini membuktikan bahwa sinergi masyarakat, aparat desa, Karang Taruna, dan Rotary mampu menghadirkan solusi konkret untuk kesehatan, lingkungan, dan ekonomi lokal. Dengan dukungan lintas pihak, Desa Kenderan dan Desa Awan semakin dekat menjadi desa sehat, mandiri, dan berkelanjutan.











