RC Surabaya Persada Gelar Pelatihan Literasi Guru SMA se-Jawa Timur Melalui Global Grant 2453777


Rotary Club of Surabaya Persada Gelar Pelatihan Literasi Guru SMA se-Jawa Timur Melalui Global Grant 2453777, Sabtu 15 November 2025. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, SURABAYA – Rotary Club Surabaya Persada resmi memulai rangkaian pelatihan peningkatan kemampuan literasi bagi guru SMA di Jawa Timur sebagai bagian dari implementasi Global Grant #2453777. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam membaca kritis serta pengembangan metode pengajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern.
Setelah melalui diskusi intensif bersama tim Dindik Provinsi Jawa Timur, ditetapkan tujuh sekolah sebagai penerima manfaat program. Sekolah-sekolah tersebut terdiri dari kombinasi sekolah negeri dan swasta, yaitu SMA Negeri 9 Surabaya, SMA Negeri 14 Surabaya, SMA Negeri 16 Surabaya, SMA St. Louis 1 Surabaya, SMA Trimurti Surabaya, SMA Negeri 1 Sidoarjo, serta SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo. Keseluruhan sekolah ini dipilih berdasarkan kesiapan, kebutuhan, serta komitmen dalam meningkatkan kualitas literasi guru dan pembelajaran di kelas.
Pelatihan perdana digelar pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di SMA Trimurti Surabaya. Sesi pembuka ini mengangkat tema “Critical Reading, Upgrading Teaching Skills” dan menghadirkan narasumber utama, Prof. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, M.Hum., M.A., Ph.D. Dalam penyampaiannya, Prof. Pratiwi menggambarkan pentingnya kemampuan membaca kritis sebagai fondasi bagi guru dalam membangun proses belajar yang aktif, analitis, dan relevan bagi siswa di era digital.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Prof. Pratiwi membagi peserta ke dalam beberapa kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas studi kasus yang diberikan. Metode diskusi kelompok ini membuat suasana kelas menjadi hidup dan mendorong partisipasi aktif dari para guru. Sebanyak 35 guru peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal sesi hingga penutupan. Banyak di antara mereka yang mengapresiasi pendekatan pelatihan yang aplikatif, menyenangkan, dan membuka sudut pandang baru terkait pengajaran literasi.
RC Surabaya Persada berharap rangkaian pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas para guru, tetapi juga menghadirkan atmosfer pembelajaran yang lebih progresif di sekolah masing-masing. Dengan kompetensi literasi yang lebih kuat, guru diharapkan dapat menularkan kemampuan berpikir kritis kepada para siswa, sehingga kualitas pendidikan di Jawa Timur dapat semakin meningkat.
Program ini akan berlanjut setiap bulan dan berpindah-pindah lokasi sesuai urutan sekolah penerima manfaat. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di SMA Negeri 9 Surabaya bulan depan.