DG Dyah Anggraeni Hadiri Kegiatan Sosialisasi Thalassemia dan Cek Kesehatan Kerjasama RC Of Palu dan Universitas Tadulako


Palu dan Harapan yang Kita Bawa Bersama
INSIGHTS, PALU – Mengawali kunjungan saya ke Palu, saya merasa bersyukur bisa menyaksikan bagaimana semangat gotong royong dan kepedulian sosial tumbuh begitu kuat di antara kita.
Kegiatan Skrining Thalassemia, dibuka oleh Presiden Rotary Club Of Palu, dr. Ellen Mentang, pada 17 Juli 2025 di SMAN 2 Palu, dengan peserta sekitar 100 siswa yang ikut serta dalam pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tanggal 18 Juli 2025, menyasar 4 titik lokasi berbeda di Palu, dengan dukungan dari Laboratorium CITO dan Laboratorium Maxima Palu. Ini adalah bentuk nyata komitmen Rotary untuk mendukung kesehatan generasi muda sejak dini. Thalassemia bukan sekadar penyakit genetik namun menjadi soal keberlanjutan masa depan, yang hanya bisa dicegah bila kita peduli dan sadar lebih awal.
Dari sekolah, saya melanjutkan kunjungan ke Universitas Tadulako, menghadiri acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rotary Club Palu dan Universitas Tadulako dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

DG Dyah Anggraeni bersama President RC Of Palu Ellen Mentang saat penandatangan MoU dengan Universitas Tadolako, Palu 17/7/2025. (FOTO: Public Image)
Saya merasa terhormat bisa memberikan sambutan dan memperkenalkan Rotary kepada para mahasiswa, dosen, dan para dekan serta rektor yang hadir. Semoga kerja sama ini menjadi awal dari banyak kolaborasi ke depan yang membawa manfaat luas.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan saya bersama perwakilan dari Rotary Kyoto, Jepang, ke kantor Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Kami membahas secara khusus langkah-langkah pencegahan penyakit Schistosomiasis di Desa Napu Kabupaten Poso, penyakit yang sering terlupakan, namun cukup beresiko bagi masyarakat sekitar.

Suasana kegiatan sosialisasi Thalasemia dan cek kesehatan di Universitas Tadulako, Palu 17/7/2025. (FOTO: Public Image)
Bagi saya, hari-hari ini di Palu bukan hanya tentang program yang dijalankan. Tapi tentang benih-benih perubahan yang kita tanam bersama dengan cinta, kolaborasi, dan harapan.











