Aktifitas Pelayanan, Kegiatan DG, Tingkat District

Kolaborasi untuk Indonesia Bebas Polio

Dyah Anggraeni
Dyah Anggraeni

DG Dyah Bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi usai pertemuan terkait kegiatan World Polio Day, 16/10/2025. (FOTO: Public Image).

INSIGHT, SEMARANG – Kamis pagi, 16 Oktober 2025, saya berkesempatan bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ahmad Luthfi, di ruang kerjanya. Pertemuan itu berlangsung hangat, penuh semangat kolaborasi, dan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Rotary District 3420 tahun ini. Kami membahas rencana kegiatan peringatan World Polio Day (24 Oktober 2025), yang akan digelar pada 26 Oktober mendatang di AWANNCOSTA, Semarang.

Dalam kesempatan itu, saya secara resmi mengundang Bapak Gubernur untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menjadi simbol perjuangan global Rotary dalam mengakhiri polio di dunia. Sejak lebih dari empat dekade lalu, Rotary telah berkomitmen dalam program End Polio Now, bekerja sama dengan WHO, UNICEF, dan berbagai lembaga kesehatan nasional termasuk di Indonesia.

Saya sampaikan kepada beliau, bahwa kehadiran pemerintah daerah memiliki makna besar. Ini bukan sekadar menghadiri sebuah acara, tetapi menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menjaga kesehatan publik, terutama anak-anak Indonesia. Saya bersyukur karena Bapak Gubernur menyambut undangan ini dengan antusias. Beliau bahkan menyampaikan komitmennya untuk hadir dan mendorong seluruh kepala daerah di Jawa Tengah ikut berpartisipasi. “Program Rotary ini mirip dengan yang sedang kami jalankan,” ujar beliau.

Pernyataan tersebut meneguhkan keyakinan saya bahwa Rotary dan pemerintah daerah memiliki visi yang sama: membangun masyarakat yang lebih sehat, lebih peduli, dan lebih berdaya. Dalam pertemuan itu, saya juga memaparkan tujuh fokus utama Rotary International  mulai dari pencegahan penyakit, air bersih dan sanitasi, kesehatan ibu dan anak, pendidikan dasar dan literasi, hingga perlindungan lingkungan. Beberapa fokus ini ternyata sejalan dengan program Pemprov Jateng, khususnya peningkatan cakupan imunisasi dasar, kebersihan lingkungan, dan pencegahan penyakit menular.

Tahun ini, peringatan World Polio Day akan kami kemas dalam bentuk Fun Run serentak di AWANNCOSTA Semarang, diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai kalangan  masyarakat umum, pelajar, komunitas olahraga, hingga anggota Rotary dari berbagai kota. Kegiatan ini juga akan terhubung secara daring dengan lebih dari 5.000 peserta dari seluruh Indonesia, menjadikannya bagian dari kampanye nasional pemberantasan polio yang dilakukan serentak di berbagai daerah.

Lebih dari sekadar olahraga, acara ini akan menjadi gerakan edukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi polio. Akan ada penyuluhan, kegiatan interaktif, serta penetesan vaksin polio secara simbolis kepada anak-anak. Rotary D3420 juga menargetkan tercatatnya rekor MURI untuk kegiatan penyuluhan polio terbanyak yang dilakukan secara serentak di Indonesia sebuah simbol semangat kolaborasi tanpa batas.

Dalam pertemuan dengan Bapak Gubernur, saya tidak sendiri. Turut mendampingi beberapa tokoh Rotary District 3420, PDG Cindy Bachtiar, PDG Lina Soeratman, DDG Hesty Utami, AG Nora Aprilita, AG Indra, AG Kusmi, dan Rtn Juli Tri. Dari pihak pemerintah, hadir pula Ibu Yunita Dyah Suminar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, beserta jajaran. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan antara Rotary dan Pemprov Jateng semakin kuat.

Saya pribadi merasa terinspirasi oleh sambutan dan dukungan yang begitu tulus dari Bapak Gubernur dan seluruh pihak yang hadir. Rotary percaya, kolaborasi dan inovasi adalah kunci keberlanjutan. Setiap langkah kecil yang kita ambil, setiap tetes vaksin, setiap kegiatan edukatif, setiap tangan yang terulur adalah bagian dari perjuangan besar menuju dunia yang lebih sehat dan bebas polio.

Indonesia telah dinyatakan bebas polio sejak 2014, namun perjuangan ini belum berakhir. Tantangan terbesar kita hari ini bukan hanya virusnya, tetapi menjaga kesadaran masyarakat agar imunisasi tetap menjadi prioritas. Melalui kegiatan seperti World Polio Day 2025, saya berharap kita semua dapat terus mengingatkan bahwa perlindungan anak-anak dari polio adalah tanggung jawab bersama.

Mari terus bergandengan tangan Rotary, pemerintah, dan seluruh masyarakat untuk memastikan bahwa langkah kita hari ini menjadi warisan sehat bagi generasi yang akan datang, menuju Indonesia Zero Polio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *