Aktifitas Pelayanan, Kegiatan DG, Semarang, Kudus, Tingkat Area, Tingkat District

Hari Terakhir Workshop Mental Health Awareness Rotary D3420 di SMKN 10 Semarang, Orang Tua Dibekali Pemahaman Hadapi Dinamika Psikologis Remaja

Mental health awareness
Mental health awareness

DG Dyah Anggraeni bersama fellow Rotary Members, pembicara, guru dan orang tua peserta workshop di SMKN 10, Semarang 15 Januari 2026. (FOTO: Public Image).

INSIGHTS, SEMARANG – Rangkaian Workshop Mental Health Awareness yang digelar Rotary International District 3420 di SMK Negeri 10 Semarang resmi berakhir pada Kamis 15 Januari 2026. Pada hari terakhir ini, fokus pelatihan diarahkan khusus kepada para orang tua siswa, setelah sebelumnya kegiatan serupa diberikan kepada siswa dan para guru.

Sekitar 30 orang tua siswa mengikuti workshop dengan penuh antusias. Mereka aktif menyimak materi serta terlibat dalam diskusi bersama para narasumber, di antaranya Psikolog Hastaning Sakti dari Media Mitra Keluarga, dr. Anita, SpKJ, Psikiater dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah pemateri lain yang kompeten di bidang kesehatan mental.

Materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini, yang tidak lepas dari tekanan akademik, dinamika pergaulan, hingga pengaruh lingkungan dan media digital. Para orang tua diajak memahami tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental, pentingnya komunikasi empatik, serta bagaimana menjadi sistem pendukung utama bagi anak di rumah.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang wali siswa mengungkapkan kekhawatirannya terkait kecemasan yang kerap muncul akibat pengalaman traumatis.

“Saya ingin bertanya soal kecemasan, yang belakangan sering terjadi utamanya pada kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita mengatasi hal tersebut, terlebih hal itu muncul akibat trauma?” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, dr. Anita menjelaskan bahwa kecemasan tidak boleh disangkal, melainkan harus diakui terlebih dahulu.

“Jangan disugesti atau disangkal bahwa dirinya tidak cemas. Justru harus diterima dulu kenyataan bahwa diri kita cemas akan suatu hal. Pertanyaannya adalah, apakah kecemasan itu muncul karena pengalaman masa lalu atau kondisi saat ini. Jika masa lalu, berarti yang muncul adalah ingatan, bukan kejadian nyata di depan mata. Intinya kita perlu memahami dulu masalahnya, lalu melakukan pertolongan pertama seperti teknik pernapasan atau butterfly hug, sebagaimana tadi juga disampaikan Bu Hastaning,” jelasnya.

Pertanyaan lain juga datang dari wali siswa yang anak didiknya harus rutin mengonsumsi obat dari psikiater akibat gangguan kejiwaan. Ia menanyakan mengapa kondisi tersebut bisa terjadi dan bagaimana lingkungan sebaiknya bersikap. Para narasumber menekankan pentingnya penerimaan, dukungan, serta lingkungan yang tidak memberi stigma, agar proses pemulihan anak dapat berjalan optimal.

Sebelumnya, District Governor Rotary D3420, Dyah Anggraeni menegaskan bahwa program ini memang dirancang untuk memperkuat kesadaran seluruh ekosistem pendidikan. Menurutnya, banyak generasi muda yang mengalami persoalan kesehatan mental, namun belum sepenuhnya terdeteksi oleh keluarga maupun sekolah.

“Kita ingin orang tua, guru, dan siswa memiliki pemahaman yang sama bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dengan deteksi dini dan lingkungan yang suportif, kita bisa mencegah masalah berkembang lebih serius,” ujar DG Dyah.

Kepala SMKN 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rotary D3420. Ia menilai pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam membangun sekolah yang aman secara psikologis dan berkelanjutan, di mana siswa merasa didukung, dipahami, dan memiliki ruang untuk tumbuh secara sehat, baik secara akademik maupun mental.

Sebagai bagian dari program, sekitar 1.000 siswa SMKN 10 Semarang telah mengikuti proses skrining kesehatan mental melalui pengisian kuesioner berbasis WHO ACE-IQ dan Kementerian Kesehatan RI, yang dianalisa oleh para ahli dan tentunya dengan kerahasiaan tingkat tinggi. Tindak lanjutnya, peserta akan mendapatkan layanan coaching dan counseling oleh tenaga profesional.

Rotary juga membangun situs mentalhealth.or.id sebagai pusat data dan edukasi kesehatan mental yang dapat diakses masyarakat luas, khususnya remaja.

Sebagai informasi ini merupakan signature project Rotary International District 3420 melalui program Global Grant #2574973, yang dalam waktu dekat ini menyasar guru, siswa dan orang tua di tiga wilayah Jawa Tengah, yakni Semarang, Kudus, dan Pati.

Program ini juga dirancang selaras dengan 7 area fokus Rotary International, yang menjadi fondasi setiap inisiatif global Rotary antara lain Peacebuilding and Conflict Prevention, Disease Prevention and Treatment, Water and Sanitation, Maternal and Child Health, Basic Education and Literacy, Community Economic Development dan yang terakhir Supporting the Environment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *