Hari Pertama Mental Health Awareness di SMAN 10 Pati: Rotary D3420 Perkuat Peran Guru sebagai Garda Terdepan Kesehatan Mental Siswa


Seluruh guru peserta Mental Health Awareness SMAN 10 bersama panitia Rotary Members, Pati 26 Januari 2026. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, PATI – Rangkaian Program Mental Health Awareness yang digagas Rotary International District 3420 di SMA Negeri 2 Pati resmi dimulai, Senin 26 Januari 2026, dengan fokus utama pada penguatan kapasitas guru. Kegiatan hari pertama ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sekolah yang peka, aman, dan suportif terhadap kesehatan mental peserta didik.
Puluhan guru SMAN 2 Pati mengikuti pelatihan intensif yang membahas dinamika psikologis remaja, tanda-tanda awal stres dan kecemasan, hingga keterampilan regulasi emosi dan komunikasi empatik. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan reflektif, ditandai dengan diskusi aktif serta berbagi pengalaman nyata yang kerap dihadapi para pendidik di ruang kelas.
District Governor Rotary D3420, Dyah Anggraeni, menegaskan bahwa guru memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam deteksi dini persoalan kesehatan mental siswa.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga figur yang paling sering berinteraksi dengan siswa. Ketika guru memiliki kepekaan dan pemahaman yang baik tentang kesehatan mental, maka potensi masalah dapat dikenali lebih awal dan ditangani dengan cara yang tepat,” ujar Dyah Anggraeni.
Ia menambahkan, program Mental Health Awareness yang didukung Global Grant #2574973 The Rotary Foundation ini dirancang untuk membekali guru dengan perspektif baru dalam mendampingi generasi muda di tengah tekanan akademik, tantangan media sosial, serta dinamika pergaulan remaja masa kini.
“Kami ingin membantu para guru agar tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga mampu membangun ruang aman secara emosional bagi siswa,” imbuhnya.
Dalam sesi pelatihan, para psikolog dari Media Mitra Keluarga, yakni Dr. Hastaning Sakti, M.Kes., Psikolog dan Hesty Novitasary, M.Psi., Psikolog, LCPC, C.Ht., mengajak guru memahami pentingnya keterampilan mendengarkan empatik, mengenali bahasa tubuh, serta merespons keluhan siswa tanpa menghakimi. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya, sehingga siswa tidak ragu untuk bercerita ketika menghadapi masalah.
Kepala SMA Negeri 2 Pati, Drs. Sudarto, M.Pd, menyambut baik pelatihan ini dan menilai sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. Menurutnya, tantangan pendidikan tidak lagi semata soal akademik, melainkan juga kesehatan mental dan karakter.
“Melalui kegiatan ini, guru menjadi lebih peka dan siap menjalankan peran sebagai pendidik yang humanis, sesuai dengan nilai TerPercaya Hebat yang kami junjung,” tuturnya.
Hari pertama rangkaian Mental Health Awareness ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan mental. Dengan guru yang teredukasi dan berdaya, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih aman, inklusif, dan menumbuhkan ketangguhan emosional bagi seluruh siswa.





