Enam Pelajar dari Berbagai Negara Ikuti Orientasi Rotary Youth Exchange di Tretes Jatim


Orientasi Inbound Student Rotary Youth Exchange, 9 Agustus 2025. (FOTO: Public Image)
INSIGHTS, TRETES – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Omala Tretes, Jawa Timur, saat kegiatan Orientasi Inbound Student Rotary Youth Exchange (RYE) District 3420 resmi dibuka pada Sabtu 9 Agustus 2025. Acara hari pertama ini diresmikan langsung oleh District Governor D3420, Dyah Anggraeni.
Tahun ini, enam pelajar dari berbagai negara bergabung dalam program RYE. Mereka adalah Paavo dari Finlandia, Nila dari Belanda, Aiko dari Jepang, Engie dari Prancis, Marion dari Belgia, dan Fiona dari Amerika Serikat. Keenamnya akan menghabiskan waktu setahun penuh di Indonesia, tinggal bersama keluarga angkat dan mengikuti berbagai kegiatan pertukaran budaya serta pendidikan.
RYE Chair, bersama jajaran pengurus, menghadirkan sesi orientasi yang dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan, aturan, serta wawasan budaya Indonesia. Materi disampaikan oleh para tokoh Rotary berpengalaman, antara lain PDG Febri, PP Flo selaku Vice Chair, PP Barbara sebagai Counselor, PP Wirma sebagai Inbound Coordinator, dan perwakilan Korwil Jawa Timur, Rtn Retno.
District Governor Dyah Anggraeni dalam sambutannya menyampaikan, program ini bukan hanya tentang belajar bahasa dan budaya, tetapi juga tentang membangun persahabatan lintas negara. “Kami berharap para pelajar ini menjadi duta kecil yang menjembatani persahabatan antara Indonesia dan negara asal mereka,” ujarnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Tak hanya mendengarkan paparan, mereka juga terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman awal tinggal di Indonesia. Kegiatan orientasi ini akan berlanjut dengan agenda hari kedua, termasuk sesi interaktif yang menampilkan seni, kuliner, dan tradisi lokal.
Program Rotary Youth Exchange telah menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan internasional, dengan semangat “Service Above Self” yang diwujudkan melalui pertukaran budaya dan pembelajaran bersama.












Ini merupakan program yang baik mendukung perdamaian dunia. Dengan semakin banyak berkenalan dengan budaya dan pola pandang yang berbeda dari berbagai negara, membuat anak muda Indonesia lebih berpandangan luas dan terbuka, namun tetap menjunjung tinggi budaya Indonesia.