Aktifitas Pelayanan, Kegiatan DG, Semarang, Kudus, Tingkat Area, Tingkat District

Dari Semarang, Pati, Hingga Kudus, Gerakan Rotary Perkuat Kesehatan Mental Generasi Muda

Mental Health Awareness
Mental Health Awareness

Panitia bersama narasumber dan para peserta sekaligus pengajar dari SMKN 2 Kudus usai mengikuti workshop Mental Helath Awareness, Kudus 9 Februari 2026. (FOTO: Public Image).

INSIGHTS, KUDUS – Upaya memperkuat kesehatan mental generasi muda terus digerakkan Rotary International District 3420 melalui program Mental Health Awareness yang merupakan bagian dari Global Grant #2574973 dari The Rotary Foundation. Setelah sebelumnya digelar di Semarang dan Pati, rangkaian kegiatan kini berlanjut di SMKN 2 Kudus pada 9–12 Februari 2026.

Program berkelanjutan ini menegaskan bahwa kesehatan mental bukan lagi isu sampingan dalam pendidikan, melainkan pondasi utama dalam membentuk generasi yang tangguh. Rotary menghadirkan pendekatan yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan—guru, siswa, dan orang tua agar perubahan yang terjadi dapat berkelanjutan.

District Governor Rotary District 3420, Dyah Anggraeni, menegaskan bahwa rangkaian pelatihan lintas kota ini dirancang sebagai gerakan berkesinambungan, bukan kegiatan satu kali.

“Dimulai dari Semarang, berlanjut ke Pati, dan kini di Kudus, kami ingin memastikan pesan kesehatan mental menjangkau lebih banyak sekolah. Ketika guru terbekali, siswa merasa aman, dan orang tua hadir dengan empati, kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa,” ujarnya.

Di SMKN 2 Kudus, ratusan peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Banyak cerita dibagikan dan kesadaran baru tumbuh bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang aman untuk bertumbuh secara emosional.

Suasana workshop mental health awareness hari kedua dengan melibatkan siswa SMKN 2 Kudus sebagai peserta. (FOTO: Public Image).

Suasana workshop mental health awareness hari kedua dengan melibatkan siswa SMKN 2 Kudus sebagai peserta. (FOTO: Public Image).

Remaja masa kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan akademik, pengaruh media digital, hingga dinamika pergaulan. Oleh karena itu, program ini dirancang praktis dan aplikatif. Guru dilatih mengenali tanda-tanda siswa membutuhkan bantuan, siswa diajak memahami emosi serta membangun relasi sehat, sementara orang tua diberikan ruang dialog untuk memperkuat komunikasi hangat di rumah.

Rangkaian kegiatan di Kudus dimulai dengan pelatihan guru pada 9 Februari 2026. Selanjutnya, edukasi siswa berlangsung pada 10–11 Februari 2026 dengan fokus pada pergaulan sehat, pencegahan bullying dan kekerasan seksual, serta literasi digital. Program kemudian ditutup dengan sesi Parenting Mental Health Awareness pada 12 Februari 2026.

Wakil Kepala SMKN 2 Kudus, Dhian Seputro, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa dampak kegiatan ini langsung terasa di lingkungan sekolah. Guru menjadi lebih peka terhadap kondisi siswa, siswa lebih terbuka, dan orang tua semakin percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ia juga menilai kesehatan mental akan menjadi komponen penting dalam akreditasi sekolah ke depan.

“Kegiatan mental health ini sangat bermanfaat terutama bagi siswa-siswa kami yang berpengaruh ke prestasi akademik dan kehidupan sosialnya dan ini benar-benar sangat bermanfaat bagi mereka dan sekolah pada umumnya,” ujar Dhian.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Media Mitra Keluarga dengan menghadirkan psikolog Dr. Hastaning Sakti, M.Kes Psikolog dan Hesty Novitasary, M.Psi., Psikolog, LCPC, C.Ht, serta dukungan fasilitator guru, DKK Kudus, dan Puskesmas Rejosari.

Melalui rangkaian program dari Semarang, Pati, hingga Kudus, Rotary District 3420 menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mental generasi muda membutuhkan kolaborasi dan konsistensi. Rotary percaya, masa depan bangsa dibangun tidak hanya dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari kesehatan hati dan pikiran generasi mudanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *