Dari Sabana Sumba, Suara untuk Dunia: Together We End Polio


Rotary Sumba area dalam peringatan End Polio Campaign, Sumba 26 Oktober 2025. (FOTO: Public Image).
INSIGHT, SUMBA – Di antara bentang sabana dan langit Sumba yang terbentang luas, sebuah gerakan kecil namun bergema besar telah mengambil tempat. Di Temu Bajak-Tambolaka, klub Rotary Club Sumba‑Tambolaka dan Rotaract setempat ikut ambil bagian dalam kampanye nasional “Together, We End Polio”, sebuah langkah konkret yang membuktikan jarak geografis bukan penghalang untuk peduli dan bergerak.
Angin pagi di Sumba membawa suara semangat saat para anggota Rotary dan relawan berkumpul, menyiapkan kegiatan penyuluhan, pembagian materi edukasi, dan interaksi langsung dengan warga lokal. Pembicaraan tentang imunisasi polio bukan hanya formalitas melainkan dialog sederhana yang datang dari keinginan kuat bahwa tidak satu anak pun di kampung-kampung terpencil Sumba melewatkan perlindungan dasar itu.
Apa yang terjadi di Sumba sangat menarik karena dua hal: pertama, keberanian untuk bersuara dan bergerak di wilayah yang sering tak menjadi perhatian utama kampanye kesehatan besar; kedua, kedalaman akar komunitas lokal yang ikut serta dari tokoh adat hingga pemuda dan ibu-ibu posyandu. Ketika Rotary Sumba Tambolaka menyatakan dukungannya terhadap kampanye nasional, mereka tidak hanya mengambil momen, tetapi mengikat gerakan nasional ke dalam konteks Sumba sendiri.
Khususnya menarik, meskipun kegiatan utama “Together, We End Polio” berlangsung dengan sorak sorai di pusat di Semarang, Sumba menunjukkan bahwa bagian dari cerita ini bisa tumbuh di mana saja di desa, di antara rumah-rumah penduduk, di tanah yang jauh dari keramaian kota besar. Kiprah Sumba membuktikan bahwa kampanye nasional bisa memiliki wajah lokal yang kuat. Dengan sambungan networking, komunikasi, dan koordinasi dengan korban yang lebih besar, Sumba menjadi salah satu titik di mana gerakan global Rotary dan kampanye nasional berinteraksi langsung dengan masyarakat nyata.
Kata pendukung dari Rotary Sumba Tambolaka, seperti bahwa aksi mereka bukan sekadar menyampaikan pesan tapi juga menyentuh realitas anak kecil yang belum pernah menerima vaksin, ibu yang belum tahu kenapa imunisasi penting, atau komunitas yang selama ini belum terjangkau kampanye kesehatan. Mereka mendengarkan dan kemudian bertindak. Dengan semangat lokal yang bersinergi dengan visi besar Rotary untuk mengakhiri polio secara global, Sumba jadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah yang sederhana namun konsisten.
Pada akhirnya, cerita dari Sumba ini mengingatkan kita: kampanye seperti “Together, We End Polio” bukan cuma acara sekali waktu, tapi bagian dari proses panjang yang membutuhkan komitmen setiap wilayah tak hanya kota besar, tapi juga pulau-pulau yang jauh dari pusat. Di sana, ketika komunitas bersatu, maka suara mereka ikut menjadi bagian dari gema nasional. Sumba berdiri untuk mengatakan: saya ikut bergerak. Saya ikut melindungi generasi masa depan.



