Berbagi Kasih di Panti Werdha, Natal Jadi Momentum Merawat Toleransi Sosial di Surabaya


Kegiatan berbagi kasih yang digelar oleh Rotary Club Surabaya Kaliasin di Panti Werdha Usia Undaan, Surabaya, menjelang perayaan Natal 2025.
(FOTO : Public Image
INSIGHTS, SURABAYA — Perayaan Natal tidak selalu identik dengan gemerlap hiasan atau perayaan seremonial semata. Di Surabaya, momen Natal justru dimaknai sebagai ruang untuk menumbuhkan empati dan memperkuat toleransi sosial. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan berbagi kasih yang digelar oleh Rotary Club Surabaya Kaliasin di Panti Werdha Usia Undaan, Surabaya, menjelang perayaan Natal 2025.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana semangat Natal diterjemahkan ke dalam aksi sosial yang menyentuh langsung kelompok rentan, khususnya para lanjut usia. Panti Werdha Usia Undaan dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi rumah bagi para lansia, panti ini juga memiliki nilai historis yang kuat karena telah berdiri sejak tahun 1947 dan dikenal sebagai salah satu panti jompo tertua sekaligus bangunan cagar budaya di Kota Surabaya.
Alih-alih sekadar menyerahkan bantuan, para anggota Rotary hadir untuk membangun kedekatan emosional dengan para penghuni panti. Percakapan hangat, senyum tulus, hingga penyerahan bunga mawar merah menjadi simbol kasih sayang dan penghormatan bagi para opa dan oma. Momen sederhana ini justru menghadirkan suasana yang penuh makna dan kehangatan.
Ketua pelaksana kegiatan, Diana, menyampaikan bahwa aksi berbagi kasih tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Rotary Club Surabaya Kaliasin pada momen-momen tertentu. Donasi dikumpulkan dari para anggota, kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
“Setiap momen kami berpindah, bisa ke panti asuhan, panti jompo, atau tempat lain yang membutuhkan. Intinya adalah berbagi dan hadir,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini juga menjadi sarana untuk merawat toleransi antar anggota dan masyarakat. Natal dimaknai sebagai momentum universal untuk berbagi kasih tanpa sekat perbedaan latar belakang. Kehadiran para relawan di panti jompo menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dapat menyatukan siapa pun.
Tak sedikit anggota yang mengaku tersentuh oleh kebersamaan singkat tersebut. Di tengah kesibukan sehari-hari, berinteraksi langsung dengan para lansia memberikan pengingat akan pentingnya empati dan perhatian sosial.
“Walaupun sebentar, kebersamaan ini menjadi kenangan yang berarti, baik bagi opa-oma di sini maupun bagi kami,” tambah Diana.
Melalui kegiatan berbagi kasih di Panti Werdha Usia Undaan, semangat Natal diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi terus hidup dalam aksi nyata yang menumbuhkan kepedulian, toleransi, dan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat. Sebuah pesan sederhana namun kuat, bahwa berbagi kasih adalah bahasa universal yang mampu menghangatkan siapa saja.


