Dari Sampah Dapur Jadi Berkah, Rotary Club of Batu Panen Eco Enzyme dan Edukasi Lingkungan di Kota Malang


Rotary Club of Batu bersama komunitas Eco Enzyme Batu dan DLH Kota Batu memanen eco enzyme hasil fermentasi tiga bulan sekaligus mengedukasi masyarakat mengolah sampah organik menjadi produk ramah lingkungan. Batu 15 Februari 2026. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, MALANG – Kepedulian terhadap persoalan sampah terus diwujudkan melalui aksi nyata berbasis edukasi masyarakat. Rotary Club of Batu kembali menggelar kegiatan lingkungan dengan memanen cairan eco enzyme, hasil pengolahan limbah dapur berupa kulit buah dan sayuran yang telah difermentasi selama tiga bulan.
Program yang telah berjalan secara konsisten sejak 2021 ini menjadi salah satu agenda tahunan Rotary Club of Batu dalam mengajak masyarakat mengelola sampah organik secara berkelanjutan. Kegiatan panen eco enzyme dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, di kawasan Perumahan Borobudur, Kota Malang.
Dalam kegiatan tersebut, Rotary Club of Batu tidak bekerja sendiri. Program ini mendapat dukungan dari komunitas Eco Enzyme Batu serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu yang turut mendampingi proses edukasi dan produksi cairan ramah lingkungan tersebut.
Sebelumnya, pada 9 November 2025, puluhan koordinator lingkungan bersama masyarakat memulai proses pembuatan eco enzyme dengan menghasilkan delapan galon cairan fermentasi. Selama tiga bulan, campuran limbah organik tersebut difermentasi hingga menghasilkan cairan multifungsi yang dikenal memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan maupun kebutuhan rumah tangga.
Saat panen berlangsung, peserta tidak hanya mempelajari manfaat eco enzyme sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurai limbah organik, tetapi juga diajak praktik langsung membuat sabun mandi batang berbahan eco enzyme. Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta, yang sebagian besar merupakan pengurus UKM gereja di wilayah tersebut.
Suasana kegiatan terasa hangat dan interaktif. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing, sekaligus mencoba langsung proses pembuatan produk turunan eco enzyme.
Rotary Club of Batu menilai edukasi berbasis praktik seperti ini menjadi langkah efektif untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah dapur yang sering dianggap tidak bernilai, masyarakat diajak melihat bahwa sampah sebenarnya dapat diolah menjadi solusi ramah lingkungan yang bermanfaat.
Selain mengurangi volume sampah rumah tangga, kegiatan ini juga mendorong pola hidup berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi kreatif berbasis produk alami.
Melalui gerakan ini, Rotary Club of Batu berharap semakin banyak komunitas yang terinspirasi untuk mengelola sampah dari rumah masing-masing. Semangat berbagi ilmu dan pengalaman diyakini mampu menciptakan perubahan kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan.
Sejalan dengan semangat Rotary, kegiatan ini kembali menegaskan pesan sederhana namun kuat: berbagi pengetahuan adalah bentuk kepedulian yang membawa manfaat bersama.