Hari Kedua Mental Health Awareness: Rotary D3420 Siapkan “Teman Bicara” untuk Perkuat Dukungan Sebaya di SMAN 2 Pati


Peserta yang terdiri dari siswa dipersiapkan jadi ‘Teman Bicara’ di Mental Health Awareness Workshop di SMKN 10 Pati. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, PATI – Rangkaian Program Mental Health Awareness Rotary International District 3420 di SMA Negeri 2 Pati berlanjut ke hari kedua dengan fokus pada pembentukan dan pelatihan Teman Bicara atau peer supporter di kalangan siswa. Sebanyak 30 siswa terpilih mengikuti pelatihan khusus yang dirancang untuk memperkuat peran dukungan sebaya sebagai salah satu kunci pencegahan masalah kesehatan mental di lingkungan sekolah, Selasa 27 Januari 2026.
Sejak pagi, para peserta tampak antusias mengikuti berbagai sesi interaktif yang mengajak mereka memahami pentingnya empati, keterampilan mendengarkan aktif, serta cara merespons teman yang sedang mengalami tekanan emosional. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang saling menguatkan.
District Governor Rotary D3420, Dyah Anggraeni, menekankan bahwa remaja seringkali lebih nyaman berbagi cerita dengan teman sebayanya. Oleh karena itu, keberadaan Teman Bicara menjadi jembatan penting dalam sistem dukungan kesehatan mental di sekolah.
“Program ini bertujuan membekali siswa agar mampu menjadi pendengar yang baik, peka terhadap perubahan emosi temannya, dan tahu kapan harus mengarahkan ke guru atau tenaga profesional. Dukungan dari teman sebaya memiliki kekuatan besar dalam mencegah siswa merasa sendirian menghadapi masalah,” ungkapnya.
Dalam pelatihan ini, para psikolog dari Media Mitra Keluarga memberikan materi tentang pengenalan emosi, teknik komunikasi yang tidak menghakimi, serta etika menjaga kerahasiaan. Siswa juga diajak melakukan simulasi percakapan, sehingga mereka dapat mempraktikkan secara langsung bagaimana bersikap ketika seorang teman datang dengan keluhan stres, cemas, atau perasaan tertekan.
Kepala SMA Negeri 2 Pati, Drs. Sudarto, M.Pd, menilai inisiatif pembentukan Teman Bicara sebagai langkah strategis dalam membangun budaya sekolah yang peduli dan inklusif.
“Dengan adanya siswa-siswa yang dilatih khusus, diharapkan tercipta iklim saling menjaga dan saling mendukung. Ini sejalan dengan nilai humanis dan tangguh yang menjadi karakter sekolah kami,” tuturnya.
Para peserta pelatihan pun mengaku mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya peran mereka bagi teman sebaya. Mereka tidak hanya belajar mendengarkan, tetapi juga memahami batasan, serta cara mengajak teman untuk mencari bantuan lebih lanjut jika diperlukan.
Hari kedua kegiatan Mental Health Awareness ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga kesehatan mental tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan orang tua, tetapi juga melibatkan siswa sebagai subjek aktif. Melalui pembentukan Teman Bicara, Rotary District 3420 berharap tercipta jejaring dukungan positif di lingkungan sekolah, yang mampu menumbuhkan rasa aman, empati, dan solidaritas di antara generasi muda.











