Rotary Club of Semarang Bimasena Bersama WALHI dan Mahasiswa Tanam 3.000 Mangrove di Tambakrejo Sebagai Langkah Awal Pemulihan Lingkungan Pesisir


DG Dyah Anggraeni saat menghadiri penanaman 3000 mangrove yang diselenggarakan Rotary Club of Semarang Bimasena dan sejumlah organisasi peduli lingkungan, Semarang 24 Mei 2026. (FOTO: Public Image).
INSIGHTS, SEMARANG – Upaya pemulihan lingkungan pesisir mulai digencarkan di kawasan Kampung Nelayan Tambakrejo, Kota Semarang. Melalui gerakan bertajuk “Jogo Pesisir”, Rotary Club of Semarang Bimasena berkolaborasi dengan berbagai pihak menggelar aksi bersih lingkungan dan penanaman mangrove, Minggu 24 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperbaiki kondisi pesisir yang selama ini menghadapi persoalan serius, mulai dari penumpukan sampah, abrasi, hingga berkurangnya kawasan hijau mangrove.
Sebanyak sekitar 120 relawan terlibat dalam aksi tersebut. Mereka berasal dari BEM Soegijapranata Catholic University melalui program “SCU Care”, Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan, WALHI Jawa Tengah, Rotarian, serta masyarakat setempat dari RT 6 RW 16 Tambakrejo.
Selain melakukan aksi bersih pantai, para relawan juga menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi oleh WALHI serta komunitas Kusuma Mangrove Tambakrejo yang memberikan edukasi terkait kondisi ekosistem pesisir.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh District Governor D3420 Dyah Anggraeni, Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih, serta Lurah Tanjung Mas, Sony Yudha Putra Pradana. Kehadiran unsur pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Ketua BEM SCU, Ivan Oktavian, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan.
“Harapannya gerakan seperti ini bisa terus didukung oleh masyarakat dan pemerintah, sehingga pendampingan dan pengembangan program lingkungan dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Tampak Rotarian dan relawan sedang menanam mangrove, Semarang 24 Mei 2026. (FOTO: Public Image).
Sementara itu, Koordinator Proyek Jogo Pesisir, Mellisa Kristanti, menekankan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Pemulihan pesisir membutuhkan keterlibatan jangka panjang, pendampingan masyarakat, serta konsistensi berbagai pihak,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Presiden Rotary Club of Semarang Bimasena, Linggayani Soentoro. Ia menyebut kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat Service Above Self yang menjadi nilai utama Rotary.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab masyarakat pesisir, melainkan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Penanaman 3.000 mangrove ini menjadi tahap awal dari target besar Gerakan “Jogo Pesisir” yang menargetkan total 10.000 bibit mangrove melalui kolaborasi lintas komunitas, akademisi, organisasi, dan masyarakat.
Melalui langkah ini, diharapkan kawasan pesisir Tambakrejo dapat kembali pulih secara bertahap serta menjadi contoh gerakan bersama dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan.






